denmas theo

dua hal yg sangat sulit aku bedakan ialah antara kamu yang pura-pura tak peduli atau benar-benar tak peduli saat aku pura-pura mengabaikanmu.

—aku yang pura-pura mengabaikanmu

kapan kita pergi kemana? berdua.

—untuk kita yang dari dulu hanya rencana

tak setiap “ngomong” harus selalu ada judul kan? , aku cuma ingin dekat kamu kok.

—heuheu

salah satu hal yang hari ini membuatku bahagia menjadi aku, kamu masih menari-nari di pikiranku.

—kamu yang masih pelangi

kata orang bijak “pengalaman adalah guru yang terbaik” kedengarannya percuma jika kita sebagai murid tak bisa menyikapinya dengan baik.

—yuk mari belajar bersama menjadi murid yang baik untuk guru yang terbaik.

pada setiap kata yang terucap darimu malam itu, aku membaca arti cinta mempuisikan penantian.
photografer and photoshoper by Ghea Safferina Adany

pada setiap kata yang terucap darimu malam itu, aku membaca arti cinta mempuisikan penantian.

photografer and photoshoper by Ghea Safferina Adany

sejauh ini, sebahagia apakah kamu? | sebahagia aku tak bisa menjawab pertanyaanmu.

—bahagia itu sederhana kan?

kupu-kupu adalah cara indah kepompong menciptakan kepompong lain.

—(@hurufkecil, aanmansyur)

jika saja aku setuju dengan hakikat kata adil, aku tak mungkin mencintaimu sementara kamu tak mencintaiku.

—nyatanya aku tak setuju dengan hakikat kata adil, cukup jelas kan.

saat itu

aku menulismu dengan ruang remang, dalam ruang juang, kadangkala hutang.

aku menulismu dengan irama hujan, yang waktu senja aku kecil dulu sering dibuat murung olehnya.

aku menulismu dengan tangan kanan, jari kekasihnya sedang mengapit rokok.

aku menulismu dengan aku yang sedang diperingatkanNya, tanda kasih sayang.

aku menulismu dengan membayangkan kenangan, putri kartini di kota itu kekasihku dulu.

dalam ruang remang, hujan kala senja

aku yang sedang diperingatkan, hingga aku dipeluk kenangan.